Dalam hal akses jarak jauh, organisasi kesehatan harus menghadapi tantangan yang sama dengan banyak industri lainnya: pekerja jarak jauh dan kontraktor pihak ketiga memerlukan koneksi yang cepat dan andal ke sumber daya perusahaan. Tim keamanan juga harus melindungi dari ancaman seperti pelanggaran data dan perkenalan malware. Satu perbedaan yang signifikan dalam sektor kesehatan adalah bahwa organisasi tersebut tunduk pada persyaratan kepatuhan HIPAA yang ketat, yang bertujuan untuk melindungi catatan pasien sensitif yang mereka simpan dan bagikan.
Meski menghadapi peningkatan serangan, organisasi kesehatan harus tetap menyediakan akses jarak jauh yang aman dan efisien untuk sistem guna memberikan perawatan pasien yang berkualitas dan tepat waktu. Melindungi catatan pasien sesuai dengan HIPAA juga menjadi lebih kompleks karena perluasan telehealth, tenaga kerja yang lebih tersebar, dan ketergantungan yang lebih besar pada vendor pihak ketiga.
Inilah mengapa organisasi harus memilih dengan cermat mekanisme akses jarak jauh yang memastikan privasi pasien dan melindungi dari ancaman siber. Ini tidak hanya akan mendukung kebutuhan tim jarak jauh, tetapi juga akan menjaga kepuasan auditor
Kebutuhan Akses Jarak Jauh yang Mematuhi Standar
Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA) dirancang untuk memastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan ePHI (electronic Protected Health Information). Ini mencakup akses ke ePHI, baik oleh karyawan internal maupun pihak ketiga. Namun, menjaga kepatuhan menjadi lebih rumit ketika organisasi bergantung pada metode akses jarak jauh yang sudah ketinggalan zaman atau tidak memadai.
Metode seperti Windows Remote Desktop Protocol (RDP) dan Virtual Private Networks (VPN) sering digunakan untuk memfasilitasi akses jarak jauh. Namun, opsi-opsi ini dapat gagal memenuhi persyaratan HIPAA karena kontrol akses yang tidak memadai, kurangnya enkripsi, dan pencatatan yang tidak cukup. Mereka juga tidak memiliki kontrol yang efisien untuk mengelola dan memantau akses jarak jauh, menjadikannya sulit untuk diterapkan dan memakan waktu untuk dipelihara, terutama ketika mengelola banyak akun akses vendor.
Organisasi kesehatan sering kali bergantung pada vendor dan kontraktor eksternal, yang memerlukan akses jarak jauh ke sistem mereka—masing-masing dengan kebutuhan dan tingkat akses yang unik. Mengelola semua metode akses ini sangat kompleks, memakan waktu, dan rentan terhadap risiko keamanan. Di sinilah solusi akses jarak jauh berbasis zero trust dapat menyederhanakan proses ini dan mencegah organisasi melanggar aturan HIPAA.
Meningkatkan Kepatuhan HIPAA dengan Akses Jarak Jauh Zero Trust
Solusi akses jarak jauh yang dibangun berdasarkan prinsip zero trust—seperti Harmony SASE dari Check Point—dirancang untuk memenuhi banyak persyaratan HIPAA. Beberapa aspek kunci meliputi:
Kontrol Akses dan Autentikasi
Aturan Keamanan HIPAA mengharuskan organisasi kesehatan untuk menerapkan kontrol akses yang ketat. Ini termasuk memastikan bahwa hanya individu yang berwenang yang dapat mengakses sistem yang mengandung ePHI. Harmony SASE memungkinkan tingkat kontrol ini dengan mengautentikasi identitas pengguna—ditegakkan dengan MFA (Multi-Factor Authentication)—dan membatasi akses ke ePHI berdasarkan kebijakan yang lebih rinci. Platform manajemen terpusat Harmony SASE memudahkan untuk mengelola dan mengontrol akses jarak jauh untuk karyawan, kontraktor, dan vendor pihak ketiga.
Keamanan dan Perlindungan Data yang Ditingkatkan
Salah satu persyaratan utama HIPAA adalah bahwa semua data harus dienkripsi selama transmisi untuk mencegah akses atau perubahan yang tidak sah. Harmony SASE memastikan enkripsi end-to-end untuk semua sesi jarak jauh, menjaga data sensitif tetap tidak dapat dibaca dan tidak dapat dipahami.
Fitur Audit dan Pencatatan
Organisasi kesehatan diharuskan untuk menjaga jejak audit yang rinci dari semua akses ke ePHI. Ini mencakup pelacakan percakapan login yang berhasil dan gagal, tindakan yang diambil selama sesi akses jarak jauh, dan akses ke informasi sensitif. Harmony SASE memelihara log akses lengkap, memastikan bahwa aktivitas jaringan dicatat, diberi cap waktu, dan tersedia untuk ditinjau oleh auditor.
Pencegahan Malware
Aturan Keamanan HIPAA mengharuskan langkah-langkah keamanan yang membantu mencegah perkenalan malware, karena malware dapat membuka pintu bagi penyerang untuk mengakses catatan pasien. Harmony SASE menyediakan beberapa lapisan pertahanan terhadap malware, termasuk:
- Penyaringan DNS, yang menggunakan Layanan Reputasi Web untuk mencegah lalu lintas dari situs web yang berpotensi berbahaya
- Pemeriksaan Postur Perangkat, yang menegakkan perlindungan di tingkat perangkat
- Perlindungan malware tingkat lanjut yang terintegrasi dalam Harmony SASE Internet Access, termasuk heuristik dan pembelajaran mesin untuk mencegah virus, ransomware, ancaman persistensi tingkat lanjut (APTs), dan lainnya
- Perlindungan berbasis browser terhadap malware dan ancaman web lainnya
Seiring dengan semakin canggihnya ancaman, memenuhi persyaratan HIPAA yang ketat menjadi semakin sulit. Pelajari bagaimana Harmony SASE dapat membantu organisasi Anda mengatasi ancaman ini dan tetap mematuhi regulasi.
